Selasa, 03 Juni 2014

Di susun oleh :
1.      Alfian Wahyu P                      (5201413043)
2.      Hanif Fery Nurdiawan            (5201413060)
3.      Merlin Mustika Sari                (7101413153)
4.      Nofita Hapsari                        (7101413320)
5.      Panggih Listiani                      (7101413389)
                                                                                              





BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
            Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal ( sekolah ) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkunga itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal.
            Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Terdapat hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antara lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain.
Lingkungan keluarga sebagai dasar pembentukan sikap dan sifat manusia. Lingkungan sekolah sebagai bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan, sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktek dari bekal yang diperoleh di keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kemampuan diri.






1.2. Tujuan
Dalam pembuatan makalah “LINGKUNGAN PENDIDIKAN” bertujuan untuk :
1.      Memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang lingkungan pendidikan
2.      Memberikan informasi mengenai pentingnya akan lingkungan pendidikan
3.      Menjelaskan kepada mahasiswa peranan lingkungan pendidikan terhadap perkembangan pendidikan
4.      Menjelasakan kepada mahasiswa dampak yang ditimbulkan lingkungan pendidikan terhadap perkembangan pendidikan
1.3. Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan ?
2.      Apa yang di maksud dengan lingkungan pendidikan ?
3.      Apa saja jenis-jenis lingkungan pendidikan ?
4.      Apa pengaruh lingkungan pendidikan ?
5.      Bagaimana fungsi dari lingkungan pendidikan ?














BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian pendidikan
Pendidikan adalah usaha yang dijalankan seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Pengertian pendidikan menurut para ahli :
1.  langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
2.      John Dewey
Pendidikan Adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesame manusia.
3. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan Adalah tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
4. UUNo. 2Tahun 1989
Pendidikan Adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.






2.2. Faktor-faktor pendidikan

1.      faktor tujuan
Secara singkat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional ialah untuk kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.
2.      faktor pendidik
Pendidik ialah orang  yang memikul pertanggungjawaban untuk mendidik.
Pendidik ini meliputi ;
a. orang dewasa
b.  orang tua.
c. Guru.
d. pemimpin masyarakat.
e. pemimpin agama.
3.      faktor anak didik
adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan.
4.      faktor alat pendidik
adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk terciptanya suatu tujuan pendidik yang tertentu.
5.      faktor lingkungan
merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak.







2.3. Pengertian Lingkungan Pendidikan
Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan, sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, sosial-ekonomi, binatang, kebudayaan, kepercayaan, dan upaya lain yang dilakukan oleh manusia termasuk di dalamnya pendidikan. 
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik berupa benda mati, makhluk hidup, ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu. Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul. Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dengan jenis dan tanggungjawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga tersebut.
Dalam memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak, lingkungan ada yang sengaja diadakan (usaha sadar) ada yang tidak usha sadar dari orang dewasa yang normatif disebut pendidikan, sedang ynag lain disebut pengaruh. Lingkunga yang dengan sengaja diciptakan untuk mempengaruhi anak ada tiga, yaitu : lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga lingkunga ini disebut lembaga pendidikan atau satuan pendidikan.
Lembaga pendidikan adalah organisasi atau kelompok manusia yang Karena satu dan lain hal memikul tanggung jawab atas terlaksananya pendidikan. Badan pendidikan itu bertugas memberi pendidikan kepada si terdidik (Marimba,1980). Secara umum fungsi lembaga pendidikan adalah menciptakan situasi yang memungkinkan proses pendidikan dapat berlangsung.
   Menurut Hasbullah (2003) lingkungan pendidikan mencakup :
Ø  Tempat (lingkungan fisik), keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
Ø  Kebudayaan (lingkungan budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, dan pandangan keagamaan.
Ø  Kelompok hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan dan lainnya.



Lingkungan serta lembaga pendidikan bersifat positif apabila memberikan pengaruh sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan. Lingkungan bersifat negatif apabila berpengaruh secara kontradiktif dengan arah dan tujuan pendidikan. Maka intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung sejauh mana anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan lingkungannya dan sejauh mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik.

2.4. Fungsi Lingkungan Pendidikan
Fungsi pendidikan dalam arti sempit adalah membantu secara sadar perkembangan jasmani dan rokhani peserta didik. Sedangkan fungsi pendidik dalam arti luas ialah sebagai alat:
a. Pengembangan pribadi.
b. Pengembangan warga Negara.
c. Perkembangan kebudayaan.
d. Perkembangan bangsa.

 Fungsi lingkungan pendidikan lainnya adalah sebagai berikut.
1. Lingkungan pendidikan dapat menjamin kehidupan emosional peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan emosional ini sangat penting dalam pembentukan pribadi anak.
2. Lingkungan pendidikan membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik, sosial, maupun budaya, terutama berbagai sumberdaya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.
3. Lingkungan pendidikan berfungsi sebagai wahana yang amat besar bagi perkembangan individu dan masyarakat dalam memperluas dan mempercepat usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.
5. Di dalam lingkungan pendidikan dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik baik dalam bentuk karier, akademik, kehidupan beragama, kehidupan sosial budaya, maupun keterampilan lainnya

    
2.5. Jenis-jenis Lingkungan Pendidikan

Ø  Pendidikan lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan • pandangan hidup keagamaan. Keluarga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya.
1. Fungsi dan peranan pendidikan keluarga
a. pengalaman pertama masa kanak-kanak
lingkungan pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merapakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Suasana pendidikan keluarga ini sangat penting diperhatikan, sebab dari sinilah keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.
b. menjamin kehidupan emosional anak
melalui pendidikan keluarga ini, kehidupan emosional ataukebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau dapatberkembang dengan baik, hal ini dikarenakan adanya hubungandarah antara pendidikan dengan anak didik, sebab orang tua hanya menghadapi sedikit anak didik dan karena hubungan tadididasarkan atas rasa cinta kasih sayang murni.
c. menanamkan dasar pendidikan moral
di dalam keluarga juga merapakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat di contoh anak.
d. memberikan dasar pendidikan sosial
perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak-anak dapat dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong-menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan keserasian dalam segala hal.
e. peletakan dasar-dasar agama
masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar kehidupan beragama, dalam hal ini tentu terjadi dalam keluarga. Anak-anak seharusnya dibiasakan ikut serta ke masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah keagamaan, kegiatan seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak.
2.   Tanggung Jawab Keluarga
a.          adanya   motivasi   atau   dorongan   cinta   kasih   yang  menjiwai
hubungan orang tua dan anak.
b.         Pemberian   motivasi    kewajiban   moral    sebagai   konsekuensi
kedudukan orang tua terhadap keturunannya.
c.         Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan Negara.
d.         memelihara dan membesarkan anak.
e.         Memberi  pendidikan  dengan  berbagai  ilmu  pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak.

Ø  Pendidikan lingkungan sekolah.
Pada dasarnya pendidikan sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalani keluarga, yang sekaligus juga merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Disamping itu, kehidupan di sekolah adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak.
Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut:
a. pendidikan diselenggarakan secara khusus dan bagi atas jenjang yang
memiliki hubungan hierarkis.
b. usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relativ homogen.
c. waktu pendidikan relativ lama sesuai dengan program pendidikan yang
harus diselesaikan.
d. materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum.
e. adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap
kebutuhan dimasa yang akan datang.








1.      Sifat-sifat lembaga pendidikan .
·         tumbuh sesudah keluarga ( pendidik kedua).
·         merupakan lembaga pendidikan formal.
·         merupakan lembaga yang tidak bersifat kodrati.

2.      fungsi dan peranan sekolah
peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka
sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus
tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
fungsi sekolah menurut Suwarno dalam bukunya Pengantar Umum Pendidikan,
      adalah
·         Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
·         Spesialisasi
·         Efisiensi
·         Sosialisasi
·         Konservasi dan transmisi cultural.
·         Transisi dari rumah ke masyarakat

3.  Macam – macam sekolah
ditinjau dari segi yang mengusahakan
o   Sekolah negeri
o   Sekolah swasta
ditinjau dari sudut tingkatan
o   Pendidikan dasar
o   Pendidikan menengah
o   Pendidikan tinggi
 ditinjau dari sifatnya
o   Sekolah umum
o   Sekolah kejuruan




Ø  Pendidikan lingkungan masyarakat

Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampak lebih luas.
Lembaga pendidikan yang dalam istilah UU No. 20 Tahun 2003 disebut dengan jalur pendidikan non formal ini, bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi usaha perbaikan taraf hidupnya. Pendidikan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
a. pendidikan diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah
b. peserta umumnya mereka yang sudah tidak bersekolah
c. pendidikan tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk
jangka waktu pendek.
d. Peserta tidak perlu homogen
e. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis.
f. Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
g. Keterampilan kerja sangat ditekankan
Beberapa istilah jalur pendidikan luar sekolah
a. pendidikan social
b. pendidikan Masyarakat
c. pendidikan rakyat
d. pendidikan luar sekolah
e. mass education
f. adult education
g. extension education
h. fundamental education




2.6. Pengaruh Lingkungan Dalam Pendidikan.
Secara umum ada tiga macam pengaruh lingkungan dalam pendidikan, khususnya pendidikan Islam yaitu:
1. Pengaruh positif, yaitu lingkungan yang memberikan dorongan atau memberikan motivasi dan rangsangan kepada anak untuk menerima,memahami, meyakini serta mengamalkan ajaran Islam.
2. Pengaruh negatif, yaitu lingkungan yang menghalangi atau kurang menunjang kepada anak untuk menerima, memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam.
3. Pengaruh netral, yaitu lingkungan yang memberikan dorongan untuk meyakini atau mengamalkan agama, demikian pula tidak menghalangi anak-anak untuk meyakini dan mengamalkan ajaran Islam.
2.7. Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Kondusif
Lingkungan pendidikan yang kondusif merupakan lingkungan yang dapat membangkitkan semangat belajar dan menjadi faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar. Untuk menciptakan lingkungan yang kondusifharus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan dengan pengaturan ruang belajar, sarana belajar, susunan tempat duduk, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari, serta sikap dan hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik dan lain-lain.
Lingkungan yang kondusif dapat dikembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut:
1. Memberikan pilihan bagi siswa yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran.
2. Memberikan pembelajaran remidial bagi peserta didik yang kurang berprestasi.
3. Memberikan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.
4. Menciptakan kerjasama saling menghargai, baik antara peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.
5. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran.
6. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggungjawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan sebagai sumber belajar.
7. Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri sendiri (self evaluation).
2.8. Mendayagunakan Lingkungan.
Pendayagunaan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran ysng menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan lebih menarik minat siswa apabila apa yang dipelajari diangkat dari lingkungannya sehingga siswa mendapatkan pemahaman dan kompetensi dengan cara mengamati dan melakukan langsung terhadap apa yang terjadi di lingkungannya, sehingga pada akhirnya siswa akan memiliki rasa cinta, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara:
1. Membawa peserta didik ke lingkungan untuk kepentingan pembelajaran seperti karya wisata, metode pemberian tugas, dan lain-lain.
2. Membawa sumber-sumber dari lingkungan sekolah (kelas) untuk kepentingan pembelajaran. Sumber tersebut bisa sumber asli, seperti narasumber, atau sumber tiruan seperti model, gambar, dan lain-lain.




BAB III
PENUTUP
3.1.  Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah di atas adalah bahwasanya lingkungan pendidikan tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung yang sangat penting bagi pembentukan kepribadian seseorang dan dalam perkembangan dunia pendidikan.
Lingkungan pendidikan ada beragam jenisnya , yaitu lingkungan keluarga yang menjadi faktor utama, lingkungan sekolah yang menjadi faktor kedua , dan lingkungan masyarakat yang menjadi faktor ketiga, dan ketiganya saling berkaitan satu sama lain . dan juga fungsi lingkungan pendidikan sendiri yang menjadi faktor terciptanya pendidikan yang di harapkan.
3.2. Saran
            Melalui makalah ini diharapkan pembaca dapat lebih mengerti dan peduli terhadap lingkungan yang berpengaruh pada praktek pendidikan, karena dari lingkungan-lingkungan pendidikan tersebut akan terbentuk kepribadian seorang individu.









                                                              

DAFTAR PUSTAKA

Ikhsan, Fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Kiswan. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan. Ciamis : Darussalam.
Hasbullah. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
TIM Dosen FIP-IKIP Malang. 1988. Pengantar Dasar-Dasar Kependidikan. Surabaya : Usaha Nasional.
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.Jakarta. 2008
      www.luqifor.com
      www.google.com
      Dimyati dan Mudjiono. (1994). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Proyek Pembinaan dan Pengembangan Mutu Tenaga Kependidikan, Depdikbud.
Hamalik, Oemar. (1995). Kurikulum dan PembelajaranJakarta : Bumi Aksara.
Sudjana, Nana. (1989). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung : Sinar Baru.


PERAN PENDIDIKAN DALAM PERADABAN BANGSA
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di dalam UU No. 20 tahun 2003 telah disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peseta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Dari definisi tersebut, sangatlah jelas bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam segala aspek, termasuk dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Generasi muda mempunyai peranan yang sangat penting dalam keikutsertaan memajukan peradaban  suatu bangsa. Proses pendidikan sangatlah berpengaruh terhadap kualitas generasi muda yang dihasilkan. Pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Peradaban merupakan tahap tertentu dari kebudayaan suatu masyarakat yang telah mencapai kemajuan yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah maju.
Baiknya peradaban suatu bangsa bisa dilihat dari jumlah permasalahan yang di alami oleh bangsa tersebut, atau bisa dilihat dari tingkat kemakmuran masyarakatnya. Generasi muda adalah pihak yang paling menentukan bagaimana keadaan suatu bangsa di masa yang akan datang. Generasi muda yang baik dan berkualitas akan bisa diciptaan melalui proses pendidikan. Melalui pendidikan akan menciptakan generasi yang mempunyai kemampuan yang hebat dalam mengatasi berbagai permasalahan suatu bangsa.
Sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi pasti akan mencetuskan ide-ide hebat yang pastinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat bangsa ini, seperti menghasilkan lapangan pekerjaan. Namun sebaliknya, jika kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dari proses pendidikan buruk, maka akan semakin buruk pula keadaan suatu bangsa. Mereka tidak akan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa ini, justru mereka akan semakin menambah permasalahan bangsa.
Oleh sebab itu, sistem pendidikan dirancang tidak sembarangan, dalam hal ini adalah sistem pendidikan formal. Hal ini bertujuan agar output yang dihasilkan dari pendidikan benar-benar output yang berkualitas tinggi.
Belakangan ini di Indonesia, kualitas output yang dihasilkan melalui pendidikan formal semakin menurun. Hal ini terjadi akibat beberapa faktor, diantaranya yaitu sistem pendidikan yang diterapkan, ketidakseriusan peserta didik saat menjalani proses belajar  dan semakin terbawanya generasi muda oleh arus modernisasi. Generasi muda Indonesia saat ini lebih mementingkan pergaulannya dari pada pendidikannnya. Hal tersebut semakin memperburuk kualitas pendidikan Indonesia. Padahal hal yang diharapkan dari suatu pendidikan adalah terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkualitas. Kualitas sumber daya yang semakin baik akan semakin mempengaruhi peradaban bangsa ini.
Beberapa masalah sering sekali terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia, seperti  kecurangan yang dilakukan oleh siswa saat ujian yaitu mencontek. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan dari peserta didik itu sendiri, salah satu penyebabnya yaitu mereka lebih memilih bergaul dengan teman-teman mereka dan menyepelekan pendidikan. Dari contoh permasalahan ini menghasilkan lulusan sumber daya manusia yang kurang berkualitas.
Semakin bertambahnya sumber daya manusia yang kurang berkualitas di Indonesia, semakin memperburuk permasalahan bangsa. Seperti kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk jumlah lulusan yang semakin tahun semakin bertambah. Sesungguhnya apabila lulusan-lulusn tersebut berkualitas, pasti mereka akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dimana hal ini akan memajukan perekonomian di Indonesia dan pada akhirnya akan memajukan perabadaban bangsa, sehingga Indonesia tidak di anggap lemah oleh dunia luar.
Saat ini yang diperlukan dalam pendidikan Indonesia adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter menjadi sangat penting keberadaannya bagi pendidikan di Indonesia, karena pendidikan karakter akan menjadi penyeimbang antara pengetahuan dan moral yang ada pada peserta didik. Pendidikan karakter yang sangat diperlukan adalah pendidikan moral agama. Pendidikan moral agama akan  membentuk generasi-generasi muda yang pandai namun juga mempunyai akhlak yang baik.
Saat ini banyak sekali orang-orang yang berpendidikan tinggi namun tidak mempunyai akhlak yang baik. Hal ini bisa dilihat dari semakin maraknya korupsi yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan. Padahal mereka adalah seseorang yang sudah pasti mengenyam pendidikan tinggi dan mempunyai pengetahuan yang tidak perlu diragukan lagi. Tetapi mereka tidak mempunyai karakter yang baik, sehingga mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan akan memperburuk peradaban bangsa ini.
Dengan demikian pendidikan merupakan sesuatu yang paling berpengaruh terhadap maju atau tidaknya peradaban suatu bangsa. Karena dari pendidikan akan tercipta sumber daya manusia yang nantinya akan menentukan bagaimana keadaan bangsa selanjutnya. Dan yang saat ini sangat diperlukan yaitu pendidikan karakter. Seseorang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang tinggi serta moral yang baik akan menjadi faktor yang sangat mendukung bagi peradaban bangsa ini menuju bangsa yang semakin berkualitas.





DAFTAR PUSTAKA
Munib,Ahmad dkk.2012.Pengantar Ilmu Pendidikan.Semarang:Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang
Pramita,Wirdah.2010.Pendidikan dan Peradaban Bangsa.http://pramitaseishin.blogspot.com/p/pendidikan-dan-peradaban-bangsa.html.diunduh tanggal 21 April 2014



SINOPSIS I’M NOT STUPID TOO
Penokohan :
Tokoh utama yang berperan dalam film ini adalah:
Shawn Lee  sebagai  Tom Yeo
Ashley  Leong  sebagai Jerry Yeo
Joshua Ang sebagai  Lim Chengcai
Jack Neo sebagai Mr. Yeo
Xiang Yun sebagai Mrs. Yeo
Huang Yiliang sebagai Mr. Lim

Film ini menceritakan mengenai sikap orang tua yang tidak pernah melihat seorang anak dari kelebihannya, namun selalu melihat pada kekurangannya. Tom, Jerry, dan Chengcai adalah anak-anak selalu dipandang salah oleh orang tuanya, orang tua mereka tidak pernah menghargai bakat yang mereka miliki. Bahkan mereka selalu di larang melakukan hal-hal yang mereka sukai, Tom dilarang menjadi blogger dan Chengcai dilarang bermain kungfu. Setiap harinya hanya omelan saja yang mereka terima. Tom dan Jerry adalah sepasang saudara kandung, Jerry berumur 8 tahun dan Tom berumur 15 tahun. Suatu ketika Tom memenangkan lomba sebagai blogger terhebat, namun yang diterima dari mamanya bukan sebuah pujian, namun hanya mencela bakat Tom tersebut.
Seperti biasanya, Chengcai dan Tom pergi berangkat sekolah, namun ada yang beda pada hari itu. Tidak seperti hari-hari biasanya, kali ini Chengcai mengerjakan PR yang diberikan oleh guru bahasa Cina nya yaitu Pak Fu. Tidak lama setelah semua murid duduk dibangkunya masing-masing, Pak Fu datang dan menanyakan PR mereka serta menyuruh siswa yang tidak mengerjakan untuk keluar kelas. Hampir semua siswa keluar kelas karena tidak mengerjakan PR mereka.
Setelah mengecek PR Chengcai, Pak Fu marah karena PR Chengcai masih banyak yang salah, karena merasa tidak dihargai Chengcai marah kepada Pak Fu. Tidak sengaja terlontar kata-kata dari mulut Pak Fu yang menyatakan bahwa semua murid di kelas itu termasuk Chengcai dan Tom adalah hanya apel busuk. Chengcai dan semua temannya meninggalkan kelas mereka.Hal ini berbeda dengan kelas di seberang mereka yang selalu mendapat hadiah dari gurunya. Hal ini membuat mereka semua iri. Selesai pulang sekolah Pak Fu mendapat nasihat dari guru lain, bahwa anak-anak zaman sekarang berbeda dengan dulu, sehingga para guru harus menemukan sebuah kunci yaitu fokuslah pada bakat seseorang, bukan pada kekurangannya.
Pada suatu hari, sekolah Jerry akan mengadakan sebuah pertunjukan dimana Jerry terpilih menjadi peran utamanya. Merekapun latian untuk pertunjukan tersebut bersama gurunya Mrs. Leaw. Ketika latian ada teman-teman Jerry yang Jahil. Pada saat Jerry dan teman perempuannya Xiao xi berhadapan, temannya mendorong Jerry sehingga tidak sengaja Jerry mencium bibir Xiao Xi. Tidak berhenti di situ, ketika Jerry dan Xiao Xi tertidur karena lelah, mereka di buat tidur berdekatan. Pada latihan berikutnya, teman-teman Jerry menakut-nakuti Jerry dan mengatakan bahwa Xiao xi hamil karena kejadian hari sebelumnya. Jerry selalu terfikiran dengan hal itu, hingga pada suatu saat ia mendengar percakapan seorang ibu hamil bahwa nanas bisa menggugurkan kandungan.
Mendengar hal itu, Jerry langsung membelikan nanas dengan jumlah yang banyak untuk Xiao xi. Karena terlalu banyak memakan nanas, dan perutnya sakit sehingga Xiao xi harus di bawa ke Rumah Sakit. Kejadian ini membuat orang tua Jerry marah dan memarahi Jerry, bahkan membuat kedua orang tua Jerry bertengkar.
Sedangkan kakaknya Tom, suatu hari ketika di adakan razia HP, Tom ketahuan membawa DVD porno. Hal itu membuat Tom dan Chengcai berkelahi dengan Pak Fu. Dari kejadian ini, sesuai aturan sekolah Tom harus menerima hukuman cambuk di depan semua siswa dan Chengcai terpaksa harus dikeluarkan karena Chengcai sudah banyak melakukan kesalahan ketika bersekolah. Peristiwa ini menjadi berita yang hangat diperbincangkan oleh berbagai media, sehingga Kepala Sekolah sering di kejar wartawan. Pak Fu yang merasa bersalah kepada sekolah mengundurkan diri sebagai guru.
Selepas kejadian itu, Tom dan Chengcai bergabung dengan sebuah geng, dimana geng tersebut adalah geng yang kurang baik yaitu suka melakukan pencurian. Ketika sedang mencuri, Tom dan Chengcai tertangkap basah oleh dua orang polisi gadungan yang meminta kepada mereka uang sejumlah $2000 Singapura sebagai uang tutup mulut. Jika mereka tidak memberikan uang itu, mereka di ancam akan masuk penjara.
Jerry yang sangat menginginkan orang tuanya datang ke pertunjukannya berusaha keras mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli waktu ayahnya. Namun usaha Jerry belum mampu mengumpulakan uang yang diperlukan, hingga pada suatu hari Jerry mencuri uang di kantin. Namun hal itu ketahuan oleh petugas kantin karena pencurian Jerry terekam oleh CCTV kantin. Kejadian ini membuat Jerry mendapat hukuman cambuk oleh ayahnya. Namun setelah mendengarkan alasan Jerry kenapa ia mencuri, kedua orang tuanya mulai sadar dengan sikap mereka yang salah. Mereka juga menyadari sikap mereka ketika membaca blog milik Tom.
Ayah Chengcai yang mulai sadar dengan sikapnya yang salah kepada Chengcai mulai merubah sikapnya. Ia berusaha keras mendatangi semua sekolah yang ada di Singapura untuk memohon kepada sekolah itu agar Chengcai diterima sekolah. Dalam hal ini ia dibantu oleh seorang temannya yang juga menyadarkan dia tentang kesalahan sikapnya. Usaha yang dilakukan oleh ayahnya itu tidak berbuah manis, karena tidak ada sekolah yang mau menerima Chengcai sebagi muridnya.
Tom dan Chengcai terus berusaha mencari uang untuk membayar kedua polisi yang menangkapnya, namun kemudian mereka putus asa karena uang yang mereka kumpulkan tidak kunjung cukup. Akhirnya mereka merampok kalung seorang nenek.Tapi tiba-tiba mereka sadar dan akhirnya mengembalikan kalung nenek tersebut. Orang di sekitar nenek itu tetap tidak terima dengan perlakuan Tom dan Chengcai,hingga meneriaki keduanya maling.
Teriakan itu membuat keduanya di hajar masa. Ayah Chengcai yang saat itu sedang berjalan melihat Chengcai dipukuli,ia tidak terima hingga ia memukul balik orang-orang yang memukuli Chengcai. Namun ayah Chengcai terjatuh dari tangga dan kemudian di bawa ke rumah sakit. Selang beberapa saat orang tua Tom datang ke tempat kejadian dan kemudian meminta maaf kepada orang-orang sekitar bahwa ia salah mendidik anaknya hingga Tom berbuat semacam itu.Ketika polisi datang, ayah Tom memohon kepada nenek itu untuk tidak melaporkan perbuatan Tom itu. Karena melihat kesungguhan Ayah Tom dalam meminta maaf, akhirnya nenek itu tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Ayah Chengcai saat itu dalam keadaan sekarat di Rumah Sakit. Teman ayahnya saat itu menjelaskan kepada Chengcai semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuknya. Hal itu membuat Chengcai sadar dan segera bergegas pergi ke sekolah untuk memohon kepada kepala sekolah agar datang ke rumah sakit karena ayahnya ingin bertemu dengan kepala sekolah. Ketika Kepala Sekolah sudah berada di rumah sakit ayah Chengcai sekali lagi memohon kepada Kepala Sekolah untuk memberikan kesempatan terakhir kepada Chengcai untuk kembali bersekolah.Ayah Chengcai juga mengijinkan Chengcai untuk belajar bela diri.
Setelah peristiwa tadi, Chengcai menekuni bakatnya dalam hal beladiri dan ia berhasil menjadi juara dunia. Dan  Jerry berhasil membawa keluarganya untuk datang ke pertunjukan di sekolah. Kedua orang tua Jerry juga mulai memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak mereka. Begitu pula dengan Pak Fu yang tidak lagi mencela hasil belajar muridnya.
Nilai yang dapat kita ambil dari film ini adalah bagaimana seharusnya dalam keluarga itu harus saling mengasihi, memperhatikan satu sama lain, membantu, harus saling membagi waktu secara baik untuk keluarga, tidak hanya untuk urusan pekerjaan saja. Anak-anak memerlukan perhatian dari orang tuanya. Apalagi disaat-saat mereka sedang mencari jati diri,mereka memerlukan bimbingan,arahan,dan nasihat dari kedua orang tuanya supaya mereka tidak terjerumus ke pergaulan yang tidak baik. Selain itu, sudah seharusnya setiap orang tua melihat kelebihan atau bakat yang dimiliki oleh anaknya, dan tidak hanya fokus pada kekurangan anaknya. Setiap orang membutuhkan pujian, dan dari pujian itu akan menumbuhkan semangat kepada seseorang untuk bertindak lebih baik dari tindakan sebelumnya.